Wanita hamil membutuhkan banyak nutrisi untuk mereka dan untuk janin. Nutrisi ini bisa didapat dengan mengonsumsi makanan sehat, salah satunya adalah buah jambu biji. Namun, tahukah Anda apa manfaat buah jambu biji untuk ibu hamil? Ayo, simak ulasan berikut ini.

Siapa yang tidak kenal jambu biji? Buah yang sering berubah menjadi jus sama lezatnya jika dikonsumsi langsung. Bentuknya bulat dengan berbagai ukuran dan ditutup dengan kulit buah hijau. Ini disebut jambu biji, karena buah ini memiliki banyak biji kecil di tengah yang dapat dimakan.

Manfaat jambu biji untuk kesehatan ibu hamil.

Manfaat jambu biji untuk kesehatan ibu hamil.

Menurut data Indonesia tentang komposisi makanan, jambu biji mengandung banyak nutrisi seperti serat, kalsium, fosfor, zat besi, kalium dan berbagai vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Jumlah kandungan nutrisinya tentu sangat disayangkan jika ditularkan dengan cara ini oleh ibu hamil.

Berikut beberapa manfaat kesehatan ibu hamil yang mengonsumsi jambu biji.

  1. Mencegah komplikasi kehamilan
    paket panas selama persalinan
    Sebuah penelitian di majalah Nutrients menyatakan bahwa buah jambu biji kaya akan vitamin C. Vitamin yang disebut asam askorbat memiliki banyak fungsi bagi tubuh.

Vitamin C bekerja dengan vitamin E untuk meningkatkan antioksidan sehingga mereka dapat menghambat radikal bebas yang menyebabkan stres oksidatif dalam tubuh. Ini berarti bahwa sel-sel tubuh akan dilindungi dari peradangan, yang dapat meningkatkan risiko preeklampsia, kelahiran prematur, ketuban pecah dini dan perkembangan janin di dalam rahim.

  1. Mencegah anemia dan bayi berat badan lahir rendah
    komplikasi persalinan komplikasi persalinan
    Tidak hanya ibu hamil, jambu biji juga memberikan manfaat bagi perkembangan janin. Alasannya, jambu biji mengandung zat besi, yang dua kali lipat nutrisi yang diperlukan selama kehamilan.

Kebutuhan zat besi yang lebih besar ini diperlukan untuk menghasilkan darah tambahan untuk anak. Darah yang mengandung hemoglobin adalah sarana bagi anak untuk mendapatkan makanan dan oksigen dari ibu.

Ketika kadar zat besi rendah, ibu berisiko mengalami anemia. Akibatnya, bayi yang dilahirkan akan memiliki berat kurang dari normal. Selain daging, ikan, sayuran hijau, wanita hamil dapat makan jambu biji untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian mereka.

  1. Mendukung perkembangan otak bayi
    kamar 2
    Seperti halnya zat besi, asam folat juga merupakan nutrisi yang sangat penting selama kehamilan. Asam folat diperlukan bagi tubuh untuk menghasilkan sel darah merah sambil membantu perkembangan otak dan bagian belakang sumsum tubuh. Nah, ibu hamil bisa mendapatkan manfaat kesehatan dari asam folat dengan mengonsumsi jambu biji.

Jika wanita hamil kekurangan asam folat, tabung saraf bayi mungkin tidak menutup dengan benar. Akibatnya, anak-anak berisiko mengalami cacat tabung saraf, seperti spina bifida atau anencephaly.

  1. Mengurangi risiko nyeri otot dan kram
    ISK infeksi saluran kemih pada wanita hamil
    Manfaat jambu biji untuk ibu hamil adalah mengurangi risiko nyeri otot dan kram. Wanita hamil rentan terhadap masalah persendian dan otot, terutama di sepanjang tulang belakang.

Kondisi ini terjadi karena janin memberikan tekanan dan tekanan pada lambung yang mempengaruhi tulang belakang. Namun, itu juga bisa menjadi pertanda bahwa tubuh kekurangan mineral. Untuk mengatasi dan mencegah kondisi ini, dokter pasti akan merekomendasikan bahwa wanita hamil makan lebih banyak buah dan sayuran, salah satunya adalah jambu biji.

Makan jambu biji selama kehamilan itu sehat kapan saja …
Jambu biji memberikan banyak manfaat bagi wanita hamil. Ini bisa dicapai jika ibu hamil mengkonsumsi sesuai aturan. Buah ini sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena juga dapat meningkatkan asupan kalori harian.

Jambu biji memiliki kandungan serat yang tinggi. Karena itu, Anda harus menyeimbangkan diri dengan minum banyak air agar tidak menyebabkan gangguan pencernaan. Pilih buah-buahan yang dalam kondisi baik dan segar karena kandungan gizinya masih tinggi. Penting untuk mencuci buah dengan air mengalir untuk menghilangkan kuman dan residu pestisida.

Baca juga: